Istirahat

Setelah sebulan lebih saya menjalani terapi bersama Sinshe Willy Koo, CMD serta diharuskan untuk beristirahat sementara dari latihan bela diri, akhirnya saya memulai untuk pelan-pelan menggerakkan tubuh saya kembali. Kemarin, Selasa tanggal 4 November saya mulai berlatih kembali bersama pelatih Taichi saya, Alex Marentek. Terus terang masih ada sedikit keraguan tentang apakah saya mampu untuk survive latihan hari itu dikarenakan cedera punggung dan leher yang saya alami. Dan keraguan ini sempat mempengaruhi mood saya untuk berlatih disamping cuaca yang saat itu memang sudah mulai menunjukkan ketidak-bersahabatannya. Awan mulai gelap dan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan besar.

Ketika saya bertemu Alex setelah hampir sebulan kami tidak bertemu, kata-kata pertama dia adalah:
‘Wah, lo kurus, man. Kenapa? Karena persiapan mau nikah? Hehehehe!’ Saya tersenyum (agak kuning :D) dan saya mengatakan bahwa ini semua karena saya yang pasrah dan menuruti saran Sinshe Willy untuk beristirahat sementara. Biasanya saya sulit untuk percaya dan menuruti saran dengan mudah. Dan itu juga yang menghambat proses penyembuhan saya sejak dulu. Tidak pernah tuntas. Namun kali ini saya memutuskan untuk percaya dan menjalani terapi sampai tuntas karena benar-benar ingin sembuh. Kali ini saya memang benar-benar menghindari segala latihan fisik yang berat. Sebelumnya hampir setiap hari saya melakukan berbagai macam latihan fisik pribadi seperti push-up dan sit-up sampai beratus-ratus kali serta latihan-latihan yang bisa dibilang sedikit mendekati porsi latihan atlet. Sampai tiba-tiba disarankan untuk beristirahat dulu karena kondisi tulang punggung dan leher saya yang kurang memadai untuk melakukan aktifitas berat. Bahkan latihan Brazilian Jiu-Jitsu yang tengah berada di puncak paling menyenangkan buat sayapun harus diistirahatkan dulu. Karena memang ada beberapa teknik dalam Brazilian Jiu-Jitsu yang jika dihubungkan dengan cedera yang saya alami menjadi berakibat sedikit ‘berbahaya’. Sedih.

Kemudian Alex menyemangati saya dengan mengatakan bahwa dia benar-benar ingin saya turut serta dalam kejuaraan Taichi tahun depan dan dia menyarankan saya untuk benar-benar istirahat, meneruskan terapi sampai tuntas sambil pelan-pelan membangun fisik lewat Taichi serta latihan-latihan
cardio yang ringan. Sayapun mengiyakan. Mood saya mulai membaik karena kata-kata Alex.

Kamipun akhirnya memulai latihan kami. Setelah melakukan beberapa kali sesi
sticking hands dan pushing hands, Alex tiba-tiba berkomentar: ‘Gua boleh jujur nggak ama lo? Lo sekarang jauh lebih relax. Justru ketika lo bener-bener (kasarnya) ‘divonis’ untuk beristirahat, lo menjadi ‘pasrah dan berserah’. Dan ini berpengaruh pada teknik sticking hands lo sekarang. Lo menjadi lebih advanced justru ketika lo relax dan buat gua ini akan bagus banget ke depannya. Gua juga akan berkembang. Chi lo bergerak. Dulu sebelum lo diistirahatkan, lo selalu berusaha untuk menang, berusaha untuk bisa unggul dan itu membuat teknik lo menjadi ‘kabur’ dan Chi lo tidak mengalir. Emosional. Jujur, menurut gua momen istirahat lo ini 'blessing in disguise' karena walaupun secara ketahanan fisik lo ada sedikit penurunan karena istirahat, tapi secara emosional lo jauh sangat membaik. Dan buat gua, kalo lo mendalami Taichi, keseimbangan emosional jauh lebih penting dari ketahanan fisik walaupun keduanya merupakan syarat yang penting. Semakin lo relax lo akan semakin fokus dan teknik akan mengalir dengan sendirinya. Sebaliknya, semakin lo emosional akan semakin tidak fokus dan akan mengaburkan teknik lo. Relax, man. Jangan melawan alam. Alam punya hukum dan aturannya sendiri. Ikutin flow-nya.’ Kata-kata terakhir Jiao Lien (pelatih muda) sangat menohok ulu hati saya. Jangan melawan alam. Ya, saya setuju.

Pagi inipun saya mengadu kepada tunangan saya, Melati Adams. Saya bilang padanya bahwa menurut orang-orang yang melihat saya, saya kini terlihat kurus. Maksudnya hanya bercerita biasa saja, namun ternyata komentar diapun sama. Dia bilang:
‘Baby, I love you. Don’t put anything too strict on yourself. These days you’ve pushed yourself too hard on lot of things. I've known you and understand you already. You don’t have to prove anything to people, to me. That’s enough. I don’t want you to put so much burden by limiting yourself or being too strict. Chill a bit.’

Saya hampir menangis. Melati benar. Saya sadar kalau saya selama ini terlalu memaksakan kehendak pada diri saya dan kali ini fisik saya yang menjadi korban. Saya sadar selama ini saya tidak
balanced. Selama ini saya selalu berusaha mencari titik ketenangan bahkan kalau perlu sampai harus ‘keluar’ dari ketenangan itu sendiri. Dan itu tidak pada tempatnya. Bukan begitu maksudnya. Saya tahu begitu banyak target yang ada di kepala. Begitu banyak program yang mau dijalankan. Tapi harus diingat bahwa semesta sudah punya jalurnya. Saya hanya tinggal berserah. Melakukan yang terbaik SESUAI kemampuan adalah salah satu aspek dari berserah. Yang pasti, saya tidak hanya diam dan menunggu. Saya bergerak terus. Namun saya terlalu terlena untuk terus bergerak. Saya lupa kalau saya juga harus istirahat. Dan beristirahat juga berarti berserah. Dengan beristirahat sejenak saya akan lebih siap untuk bergerak lagi.

Kali itu saya tersenyum.
Ear to ear. Dan bukan senyum kuning. Saya setuju. Satu lagi pelajaran mengenai berserah saya dapatkan dari Alex dan juga Melati.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Terima kasih semesta untuk perjalanan hari ini.

Terima kasih, Jiao Lien Alex Marentek! Ciayoooooo! :)

..
and Melati, my baby, I love you too and I’m listening! :-*

15 comments:

Priscilla said...

so sweet, ngedenger percakapan kalian, i think u're really in love, bro.. nikmati dan jalani .. just be ur self..

happy to hear that ur happy..
really...

GBU 2 both of you, Marcel n Melati.
cepet sembuh yah, Kak Marcel

The-Tao-of-Marcell said...

Terima kasih, Priscilla. That means a lot. Really. Kadang-kadang stress juga lho jadi orang yang udah kebiasaan gerak karena dasarnya nggak bisa diem trus tiba-tiba harus diem. Hehehehe!

Be happy :)

Priscilla said...

bener bgt, Kak. kadang emank ada org yang nda terbiasa diem, pengennya gerak aje. balik lagi, asal tau kapasitas diri aje.. =)

cheers

evyn4ever said...

so sweet.. and jaga kesihatan juga yaa..:)wishing u happy 4 ever with ur lover,rima..:)

Dedi Kristian said...

Wuo dude. Karena bayangan image lo masih 'puppen' bgt di otak gw, dan skg belajar terapi itu... Jadi inget fellow rockers in my island Superman Is Dead, yang kabarnya suka yoga, dan si Bobby (voc) suka nulis daun lontar... Blend dualisme yang seru. U rock, man...

The-Tao-of-Marcell said...

Thanks, Dedi :) Lo tinggal di Bali? Kangen udah lama nggak kesana. Mungkin honeymoon ntar gw kesana deeh :) Iya, dari kecil gw emang suka Taoism. Dualisme yang melatih gw untuk selalu mencari 'jalan tengah' untuk apapun. Btw, bersiaplah untuk sebuah proyek band rock yang sedang gw rintis sekarang ini dan hanya sebagai drummer :)
Be happy :)

u.n.e.e said...

Despite of what people might say or comments that are ( or probably soon will be ) thrown at you,I just want you to know that I'm happy for you. As a person and as fan *halah...FAN.haha*.

Wishing you loads and loads of happiness ahead !.

dc said...

kpingin tuishou juga.. tp ga ada teman.. :(

Anonymous said...

Man...Semoga bs bener2 recover ya... awalnya gak percaya kalau itu Marcel..krn pernah pa2san di pos satpam arcadia..... tapi pas liat plat D ....dah smakin yakin... apalagi di tambah cerita di blog.. :) Marcell..Honeymoonnya ke Tibet aja... hehe tp disana oksigen tipis mana bs buat kegiatan honeymoon...hehe gw mo pergi Tibet...and tinggalin jakarta soon...ada yg mo ngontrak rumah di arcadia gak ya....di blok A... :))

Little Miss Dainty said...

i just so love the both of u 2gether..a perfect match made in heaven..owh..so schweet..
i've always been ur fan and now i think after religiously watching "Dendam"..i've been Melati's fan 2..ngee..(im from KL, Malaysia)
Good luck to the both of u..and when is the big day gonna be??

tata said...

gw kenal marcell hanya dari televisi that's it. ketika gw baca tulisan ini, ntah kenapa gw ngerasa elo tuh humble/down to earth. ada rasa nggak percaya "marcell yang notabene artis' bisa memaknai setiap momen dalam hidup ini adalah berkah. blog ini wajib menjadi bacaan gw. thanks for sharing marcell

daylights said...

sorry a bit out of topic. just read your comment about your upcoming project. excited to find out! and honestly speaking, i really like seeing you behind the drum set more than behind the mic. no hard feeling, its just a matter of taste, i used to live in bandung, studying in one of the state uni there, and loved your puppen moments. btw, after reading your blog, i am so interested in taking a martial art/self defense courses..don't want the very 'rough' ones though, as i am now an ibu2 with one child, gotta take it slow. what's your recommendation? cheers!

Shanty Mahanani said...

Menanggalkan ambisi ternyata justru mendekatkan pada kebesaran karya, yaa...!

Blog Cantik
http://pyramid-online.blogspot.com/

decyta said...

entah apa arti cinta yang bisa dipahami..aku hanya seorang aku yang berusaha menghayati cinta dan merasakannya mengalir dalam darahku..
Cinta bukan sekedar asa yang harus dicapai,tapi lebih dari pusaka kebahagiaan.Menang dalam cinta berarti hidup dalam surga dunia...

Anonymous said...

the tao of marcell. TAO itu bahasa cina ya?TAOISME kah? ilmu yg di ajarkan oleh seorang penjaga arsip kerajaan di masa dinasti yg kebetulan sayalupa dinasti apa..hhee
penulisnya bernama LI ER, LAO TZE
nama aslinya adalah LI,sedangkan ER itu adalah MARGA dari keturunan ayahnya, sedangkan LAO TZE adalah sebuah gelar yg artinya YANG TERMASHUR.. bener ga nih?

maju terus mas marcell,yang terjadi sekarang ini rdalam hidupmu adalahi PILIHAN.. kdan saya meinghargai itu..sebuah kedewasaan berfikir yg sangat bagus..
jangan pernah perduli dengan saran atau kritik apapun yg sekiranya menjatuhkan, atau tidak menghargai keputusan anda saat ini

ingat : anda adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri

maju tersu masss..

ogah_negor@yahoo.com